Keunggulan Kompetitif

Apa yang Membedakan Solarindo Energi Utama

Kombinasi antara disiplin teknis, kepatuhan ISO 8217 dan IMO 2020, operasi 24/7, efisiensi logistik, dan kecepatan eksekusi yang dirancang khusus untuk kebutuhan industri maritim dan pelayaran.

Keunggulan Inti

Di pasar yang kompetitif, kami menyadari bahwa harga saja tidak cukup. Operator dan pemilik kapal membutuhkan partner yang dapat memberikan kepastian, transparansi, dan perlindungan terhadap risiko operasional. Itulah fokus keunggulan Solarindo Energi Utama.

01

ISO 8217 & IMO 2020 Compliance

Semua produk marine fuel (MGO, MFO, MDF) memenuhi standar ISO 8217:2017 dan kepatuhan IMO 2020 (sulfur ≤0.50%). Proses sounding, metering, dan sampling yang terdokumentasi sesuai standar internasional membantu mengurangi potensi selisih volume dan dispute.

02

Operasi 24/7 & Respons Cepat

Tim operasi berpengalaman siap melayani bunkering 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Memahami dinamika jadwal kapal dan mampu merespons perubahan rencana di lapangan dengan cepat dan efisien.

03

Efisiensi Logistik Terintegrasi

Rantai pasok yang terintegrasi dan efisien dari sumber hingga kapal, dengan koordinasi optimal untuk meminimalkan waktu tunggu dan memastikan ketersediaan produk tepat waktu.

04

Keselamatan HSE sebagai Standar

Penggunaan prosedur HSE yang ketat, briefing keselamatan awak, pengawasan selama proses bunkering, dan komitmen kuat pada perlindungan lingkungan laut.

05

Transparansi & Kemitraan Jangka Panjang

Dokumentasi digital lengkap (ISO 8217 certificates, BDN, IMO 2020 compliance) yang memudahkan audit. Fokus pada hubungan kemitraan berkelanjutan untuk efisiensi total cost of ownership.

Parameter Kinerja yang Kami Jaga

Kami mengukur dan mengevaluasi operasional secara berkala berdasarkan indikator berikut:

Indikator Fokus
On-Time Performance Ketepatan waktu mulai dan selesai bunkering sesuai slot yang disepakati.
Volume Accuracy Selisih volume antara perhitungan di kapal dan di sisi suplai.
Safety Incident Pencapaian zero incident sebagai target berkelanjutan.
WhatsApp